Bonus Akhir Bulan Berbekas Luka

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, tepat di penghabisan bulan Oktober kemarin saya mendapat musibah. Hanya saja baru bisa cerita sekarang, karena sedikit cedera tangan dan kaki membuat saya agak tidak optimal untuk posting. Kalau posting yg sebelumnya itu udah di draft, jd tinggal publish. Hmm… oke ya back to topic.

Sabtu, 31 Oktober 2009, pagi itu sekitar pukul 10.00 WIB saya mengendarai motor pergi ke XL Center Air Mancur, Bogor, untuk membayar tagihan pascabayar XL dan konfirmasi setting tagihan via email. Sayangnya untuk setting tagihan tsb. saya tidak berhasil dan diberi tahu agar menghubungi 817 saja. Gagal oke fine, mungkin nanti kalau sempat saya urus lagi.

Kemudian dari XL Center saya langsung menuju Bank Muamalat Pajajaran, tepatnya berada di seberang Mall Warung Jambu, Bogor. Rencananya saya akan melakukan transaksi setor tunai ke sana (bang bing bung yok kita nabung hehe :D). Namun ternyata tutup, padahal denger2 hari Sabtu buka setengah hari. Yahh, double gagal deh.

Tapi saya tidak gampang menyerah, lalu bergegas meluncur ke Kantor Pos Pusat Kota Bogor di Juanda dekat Kebun Raya Bogor. Alhamdulillah niat nabung lulus juga walaupun harus ngejar waktu ke Kantor Pos, karena hari Sabtu tutup lebih awal. Untungnya Kantor Pos multifungsi, selain sebagai lembaga penyedia jasa pengiriman, Kantor Pos juga menerima beberapa transaksi financial berkaitan dgn instansi-instansi yg sudah bekerjasama seperti Pajak, Shar-3 (baca: Syar’i) dan lain-lain. Tapi cuma di Kantor Pos Pusat loh.

Sampai di situ urusan saya belum selesai, awalnya niat ke Muamalat itu sekalian zakat, lalu di Kantor Pos saya tanya ke petugasnya apakah bisa transaksi Muamalat di sana. Ternyata tidak! Ya Allah, gagal (lagi).

Okelah jadi baru beberapa yg terlaksana, soalnya schedule hari itu padat. So, rencana lain yg masih belum dilaksanakan: tune up dan ganti oli motor, nganter mama ke pasar, blogging buat publish postingan saya yg udh di draft sebelumnya and the last nyuci baju.

Dari Kantor Pos, segera saya kendarai motor ke arah Sukasari untuk kemudian ke bengkel motor. Ketika sedang cukup ngebut, entah saya ngelamun atau ada setan yg menutup mata saya tiba-tiba persis di depan ada mobil Kijang akan berbelok ke kanan. Sedangkan saya berusaha segera secepat mungkin menghindari Kijang itu (terlanjur) lewat kanan, sehingga akhirnya saya banting stang ke kanan kemudian terlempar bersama motor ke pinggiran lahan tanaman pembatas jalanan kendaraan dengan jalanan pejalan kaki. Tepat di seberang pom bensin. Disanalah saya terjatuh satu paket dengan motor yg dikendarai. Kejadiannya begitu cepat, yang jelas posisi jatuh saya duduk dan untungnya kaki tidak tertimpa motor mungkin refleks saya lepaskan diri dari motor (ya mungkin, soalnya saya gak sadar). Dalam posisi itu langsung saja saya putar kunci motor ke arah kiri supaya mesinnya mati.

Beberapa orang berdatangan untuk menolong, mengangkat motor dan membantu saya bangun. Astagfirullah… astagfirullah… astagfirullah… terus saja saya beristigfar dalam hati. Saya gemetar dan deg-degan. Shock. Iya, saya sepertinya masih shock saat itu. Kemudian seorang ibu keluar dari mobil Kijang tadi dan menghampiri saya lalu bertanya apakah keadaan saya baik-baik saja. Alhamdulillah saat itu saya merasa masih baik-baik saja sehat wal’afiat, hanya gemetaran dan deg-degan yg tak kunjung hilang. Ibu tersebut kemudian menjelaskan kronologinya dan menasehati, tapi saya tidak konsentrasi sehingga apa yg dibicarakannya saya iyakan saja dan saya pun minta maaf padanya. Beliau juga hendak membelikan minum tapi saya cegah agar nanti saya sendiri yg membeli. Orang-orang yg tadi menolong pun sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Oke semua tampak baik-baik saja. Saya berusaha tenang, membersihkan jaket dan rok yg saya kenakan dan mengelap motor yg kotor berkat terjatuh tadi. Ternyata kaca helm lepas, dan pelan-pelan saya pasang lagi. Setelah mulai tenang saya menyiapkan motor. Masyaallah, kunci motornya bengkok, spion pun patah dan kacanya lepas. Tapi spion itu saya biarkan, biar menjadi saksi musibah iniπŸ˜₯.

Saya ucapkan terima kasih kepada orang-orang yg tadi menolong lalu mulai menyalakan mesin motor kemudian injak pijakan giginya dan kembali mengendarainya. Ibu tadi agak berteriak “hati-hati ya nak!”. Saya sudah tidak menoleh karna takut nabrak (lagi), hanya saya sahut “iya bu” lirih. Belum seberapa jauh motor berjalan saya merasa ada yg aneh. Motor kok jadi gak asik gitu. Yah, ban depannya kempes. Alhamdulillah tidak jauh dari situ ada tempat tambal dan isi angin ban. Kemudian saya berupaya ke sana. Setelah dicek ternyata ban mengalami sobek yg cukup panjang, sehingga tidak mungkin ditambal dan perlu diganti. Okelah ganti supaya nyaman ngendarainnya. Selesai itu langsung saja saya menuju ke bengkel dan menjalankan plan yg sudah ada di list, yaitu tune up dan ganti oli. Sampai saat itu saya masih terbayang-bayang kejadian tadi. Dipikir-pikir ngeri juga dan Alhamdulillah untung saya masih hidup atau paling tidak gak sampe masuk rumah sakit.

Sampai rumah saya tidak menceritakan accident itu kepada siapapun. Kemudian saya masuk kamar mandi periksa badan, astagfirullah ternyata kaki kanan luka dan memar-memar di kedua paha. Begitupun tangan, memang yg paling parah semua bagian kanan. Otot tangan kanan sepertinya ada yg salah karena ketika saya angkat terasa sakit dan pegal. Tidak berbeda dengan otot tangan kiri, hanya saja si kiri ini lebih beruntung. Mungkin karena jatuhnya ke arah kanan tadi. Lalu saya pasang spion cadangan dan berusaha seapik mungkin merapikan motor agar tidak terlihat bekas jatuh kecelakaan.

Alhamdulillah rencana saya 75% tercapai termasuk nganter mama ke pasar setelah sampai rumah itu (soalnya udah terlanjur janji mau nganterin). Hanya saja saya jadi lupa untuk publish draft postingan yg sudah siap di ekspos tadi. Padahal artikel tsb. untuk kompetisi Djarum Black Blog Competition Vol. 2 yg sengaja akan di publish hari itu, tapi akhirnya tanggal 2 Nopember kemarin baru bisa saya publikasikan. Ditambah saya juga gak jadi nyuci baju dan terpaksa ditunda karena badan udah mulai ngerasa sakit-sakit dan malamnya itulah baru saya ceritakan pada mama semua kejadian kecelakaan siang itu. Beliau obati luka-luka di tangan dan kaki saya serta ngurut otot-otot yg terasa sakit dan pegal-pegal itu.

Fyuuhhh… akhir bulan yg mengesankan, saya mendapatkan bonus selain gaji. Bukan bonus beli Djarum Black Menthol dapet Djarum Black Slimz, melainkan bonus luka-luka yg masih membekas dan rasa sakit yg masih tersisa terutama di tangan dan kaki ini.😦

Lain kali saya harus lebih hati-hati dan waspada serta tidak lupa berdo’a supaya si setan tidak lagi menutup mata saya sampai lengah dan celaka. Alhamdulillah mungkin kecelakaan dan kesialan tersebut adalah teguran dari-Nya. Maafkan saya teman-teman wherever you are. Maafkan saya semuanya dan terima kasih atas segalanya.πŸ˜€

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s