Anarkisme Berkedok Dukungan

Nah teman-teman pasti sudah tau berita tentang bonek alias bondo nekat (modal nekat), supporter klub sepakbola asal Surabaya. Menyedihkan ya? Apalagi kebanyakan dari mereka adalah anak-anak muda, seperti diberitakan bahwa kebringasan bonek kemarin memakan korban. Seorang bonek yang diketahui adalah salah satu siswa SMK asal Surabaya pun kehilangan nyawanya akibat menabrak jembatan saat ber-bonek-ria di atap kereta yang sedang dalam perjalanan. MasyaAllah, semurah itukah harga sebuah nyawa? Konyol! Mati cuma gara-gara jadi bonek yg semrawut.

Terbayang betapa sedih hati para orangtua yg anak-anaknya ikut melakukan aksi sebagai bonek. Daripada jadi bonek mendingan juga ikut gabung di Black Community, perkumpulan yang didirikan oleh Djarum Black dalam rangka melakukan kegiatan rutin yg positif dan bermanfaat seperti Jambore Nasional. Hayo pick one, bonek atau Black Community? Nah kan yg punya akal sehat pasti pilih Black Community dong😀 .

Bonek yg disebut-sebut sebagai supporter kesebelasan asal Surabaya ini sangat meresahkan. Terlebih ketika kita tahu bahwa mereka menjarah dagangan dari warung-warung milik warga di daerah yg mereka datangi. Saya pun sampai terheran-heran melihat siaran di televisi yang sejak kemarin memberitakan tentang aksi anarkis bonek tersebut. Perang lempar batu di atas kereta pun terjadi dan menyebabkan beberapa warga terluka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Mereka mengambil batu-batu tersebut saat kereta berhenti di suatu stasiun dalam perjalanan Surabaya – Bandung dan sebaliknya.

Dukungan macam apa itu? Malah mencoreng nama pemkot Surabaya. Lah kalo mau melakukan aksi anarkis gak usah bawa-bawa nama supporter kesebelasan dong ya? Malu-maluin aja. Mana generasi muda yang katanya akan menjadi penerus bangsa Indonesia? Entah kemana… Semua itu tinggal harapan kalau generasi muda masa kini seperti itu.

Ayolah teman, kita harus jadi manusia yg bermanfaat… bukan menjadi manusia yang merugikan. Bangsa ini malu punya generasi muda preman begitu. Jangankan bangsa, saya sendiri juga malu loh😦 .

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s